Selasa, 26 April 2011

cmangadh.

KauLAh jaWaBaN daRi keSePiaN dOa'ku
kaU bAgaIKAn malaIKAt yG tUruN daRi langIT
kaU dataNg dEnGAn keAjaIBaN
keAjaIBaN yG telaH. .
MembUaT hatikuW teRKAguM kaGuM kePAdAmu

kaUlaH satU saTuNya waNita
waNita yG telaH meNyentUh jiWaku
semEnjaK peRTAmA aku seRinG juMpa dEngAnMU
aku tErlaLU beRhaRAp padaMu
aku ingIn jaDi peNdAmPINg hIduPmu
naMuN apa yG kuHAraP?
JaUh dR angan angaNku.

PeRNaHKAh kaU meRAsa bEgItU puTuS aSa?
PeRNaHKaH kaU mEraSa tiDak puNya teMpaT?
SePeRTi kaU tak di ingInkaN
daN taK seOraNgpuN mengErti.!
PernahkaH kaU mengunCI drimu d kaMAr?
DnGN sUaRA muSik yAnG kaU besaRKAn. ?
HIngGA tak seOraNgpuN. .
YG meNDeNgaR kaU menJeRit.!

KaU taKkAn tau bGAimAnA raSaNyA
saAt seMuA teRAsa saLaH
kaU taKkAn taHU bgAiMaNa raSAnYa meNjaDi sPErtIKUwh. .
TeRluKA,teRseSAt,teRtINgGAl d kEgeLApaN
teRsinGKiR. .
SaAt kuW jaTuH. .
MeRAsa ku tElaH d pakSA uNtUk beRDiRi,
daLaM kEpuTuSAsaAn . .

NaMuN aPA yG muNgkiN belUm peRNaH kaU raSAkaN,kalaUpuN suDaH peRNaH kaU raSAkaN. .
KePUtUs AsaAnQ meLeBiHi daRi kEpuTuS aSAaNmu. .

ApaKAh aKhR dR sbUaH peRJuAnGAn hIDuPKu?
APAkAh aKu ingIN meNjaDi oRAnG laIN saJA?
APAkAh aKU seLaLu tErtinGgal?.
ApakaH bEgINi suLItNyA oRAnG yG pTs aSA UNtUk mEnEmuKaN seSUaTu
sbEluM hIDuPKu bErakHr. ?
ApakaH aku tErjEbAK
DaLAm hIDuP yG ku bEnCi?
PaDa seMuA sIkaP palSUku
yG seOlaH oLAh teGAr
meNgHAdApI keNyaTaAn inI?

TaPi . .
daLaM haTi aku terluKa
kaU taKkAn peRNAh tW raSAnYa. .
MUnGKiN kaU berPikiR aku bAik bAik saja. .
SeTeLAh meNdEnGAr jaWaBaN daRiMU?

KaMu saLaH. .
JaWAbAn daRimU buKAn bEraRTi aKhR dR smUa peRJUaNgaNq. .
MLaINkaN aWal dR peRJUaNgaNkuW. . .
ly one

air

" air "

oleh Iwan Emang Jeleghh pada 26 Desember 2009 jam 3:57
ak0 ingin seperti air
selalu ada dalam hari-harimu
selalu ada dalam sedihmu
selalu ada dalam dukamu
selalu ada dalam sukamu
menyatu dalam tbuhmu
menghilangkan dahagamu. .

tapi ak0w jg tak mw jadi air iang merugikan. .
menjadi tangisan di atas bumi. .
membatalkan smua janji janji di kala kau menyanyi rintik rintik. .

aku ingin menjadi airmatamu. .
karena apa? ?
aku ingin menjadi bagian dari hidupmu. . .

TIPS “ PACARAN YANG ISLAMI ”

TIPS “ PACARAN YANG ISLAMI ”



1. Jangan berduaan dengan pacar di tempat sepi, kecuali ditemani mahram dari sang wanita (jadi bertiga)

“Janganlah seorang laki-laki berkholwat (berduaan) dengan seorang wanita kecuali bersama mahromnya…”[HR Bukhori: 3006,523, Muslim 1341, Lihat Mausu’ah Al Manahi Asy Syari’ah 2/102]

“Tidaklah seorang lelaki bersepi-sepian (berduaan) dengan seorang perempuan melainkan setan yang ketiganya“ (HSR.Tirmidzi)

2. Jangan pergi dengan pacar lebih dari sehari semalam kecuali si wanita ditemani mahramnya

“Tidak halal bagi wanita yang beriman kepada Allah dan hari akhir untuk bepergian sehari semalam tidak bersama mahromnya.” [HR Bukhori: 1088, Muslim 1339]

3. Jangan berjalan-jalan dengan pacar ke tempat yang jauh kecuali si wanita ditemani mahramnya

“…..jangan bepergian dengan wanita kecuali bersama mahromnya….”[HR Bukhori: 3006,523, Muslim 1341]

4. Jangan bersentuhan dengan pacar, jangan berpelukan, jangan meraba, jangan mencium, bahkan berjabat tangan juga tidak boleh, apalagi yang lebih dari sekedar jabat tangan

”Seandainya kepala seseorang di tusuk dengan jarum dari besi itu lebih baik dari pada menyentuh wanita yang tidak halal baginya.” (Hadits hasan riwayat Thobroni dalam Al-Mu’jam Kabir 20/174/386 dan Rauyani dalam Musnad: 1283, lihat Ash Shohihah 1/447/226)

Bersabda Rasulullahi Shallallahu ‘alaihi wassallam: “Sesungguhnya saya tidak berjabat tangan dengan wanita.” [HR Malik 2/982, Nasa’i 7/149, Tirmidzi 1597, Ibnu Majah 2874, ahmad 6/357, dll]

5. Jangan memandang aurat pacar, masing-masing harus memakai pakaian yang menutupi auratnya

“Katakanlah kepada orang-orang beriman laki-laki hendaklah mereka menahan pandangannya dan menjaga kemaluannya..” (Al Qur’an Surat An Nur ayat 30)

“…zina kedua matanya adalah memandang….” (H.R. Bukhari, Muslim, Abu Dawud dan Nasa’i)

6. Jangan membicarakan/melakukan hal-hal yang membuat terjerumus kedalam zina

“Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang jelek” (Al Qur’an Surat Al Isra 32)

“Kedua tangan berzina dan zinanya adalah meraba, kedua kaki berzina dan zinanya adalah melangkah, dan mulut berzina dan zinanya adalah mencium.” (H.R. Muslim dan Abu Dawud)

7. Jangan menunda-nunda menikah jika sudah saling merasa cocok

“Wahai para pemuda ! Barangsiapa diantara kalian berkemampuan untuk nikah, maka nikahlah, karena nikah itu lebih menundukan pandangan, dan lebih membentengi farji (kemaluan). Dan barangsiapa yang tidak mampu, maka hendaklah ia puasa (shaum), karena shaum itu dapat membentengi dirinya”. (Hadits Shahih Riwayat Ahmad, Bukhari, Muslim, Tirmidzi, Nasa’i, Darimi, Ibnu Jarud dan Baihaqi).

“Yang paling banyak menjerumuskan manusia ke-dalam neraka adalah mulut dan kemaluan.” (H.R. Turmudzi dan dia berkata hadits ini shahih.)

WARNING:

sebenarnya banyak ulama dan ustadz yang mengharamkan pacaran, misalnya saja ustadz Muhammad Umar as Sewed. jadi sebaiknya segera menikahlah dan jangan berpacaran…



Bagi yang sudah terlanjur berbuat dosa maka bertaubatlah dan jangan putus asa, Allah pasti mengampuni hambanya yang bertaubat dan memohon ampun…
Assalamu’alaykum warahmatullahi wabarakatuh

Sahabat muslim yang dicintai Allah SWT, sebentar lagi tanggal 14 Feb dan sepertinya tidak ada yang tidak tahu hari apa ini :) . Ya..ramai orang mengatakan tanggal 14 Feb itu adalah hari untuk merayakan kasih sayang. Banyak muda-mudi menantikan hari itu, bahkan yang paling banyak “merayakannya” di bumi indonesia-yang notabene mayoritas muslim- adalah muda-mudi muslim sendiri. Tanggal 14 Feb itu, yang entah sejak kapan, disepakati sebagai hari “kasih sayang” menjelma begitu rupa menjadi hari dimana kita “diwajibkan” menunjukkan “kasih sayang” kepada “someone special”. Hari yang sarat dengan simbol hati, mawar, warna pink dan makanan coklat ini, menjadi begitu ditunggu-tunggu kehadirannya bagi sebagian muda-mudi muslim, sahabat-sahabat kita tercinta. Hari dimana si jomblo bertemu dengan jomblowati..atau hari dimana yang “ngedate” mendapatkan sesuatu yang “lebih” daripada sebelumnya, “It’s the show time” kata mereka.

Bahkan ada sebagian dari muda-mudi itu mempersiapkan “sarung pengaman”, “untuk apa?”.. “biar ga hamil” katanya, na’udzubillah tsumma na’udzubillah. Lantas bagaimanakah sikap terbaik kita, sebagai seorang muslim, sebagai seorang sahabat..melihat gelagat yang mungkin terjadi, diamkah? atau mendukung? atau ikut serta? atau menyampaikan pemahaman bagaimana sesungguhnya Islam memandang sebuah budaya(eg.perayaan) dari luar semacam perayaan Valentine Day.

Sederhananya kita mengenal 2 bentuk “penjajahan” terhadap manusia, pertama penjajahan dalam bentuk fisik. Faktanya jelas, ada yang menindas dan ada yang ditindas. Kecenderungan orang yang ditindas untuk melawan pun cukup besar, karena ada masanya seseorang yang terus ditekan dan ditekan akan melawan.
Kedua, penjajahan dalam bentuk non fisik. Senjata yang digunakan biasanya produk-produk pemikiran, atau “packaging” budaya. Penjajahan model ini sangat sulit untuk diidentifikasi, karena tidak sedikit orang-orang yang memiliki kapabilitas intelektual cukup mapan, tidak mengetahui bahwa sebagian/ semua pola pikirnya telah terjajah ide-ide yang tidak islami. Bercampur antara yang haq dan bathil, menciptakan keragu-raguan bagi banyak orang.

Tidak selamanya juga yang dari barat itu pasti buruk, sebagaimana juga tidak semua budaya timur itu pasti baik. Kriteria baik atau buruk bagi kita umat islam, tidak ditentukan dari asalnya, barat atau timur. Tetapi sejauh mana hal itu memiliki kesesuaian dengan “pusaka” yang telah diwariskan oleh Rasulullah SAW, yakni Al Quran dan Sunnah Nabi. Terkait dengan hari valentine ini, bahwa didalam islam jelas kita tidak mengenal tanggal 14 Feb itu sebagai hari kasih sayang, karena bagi seorang muslim, setiap hari haruslah menjadi hari untuk berkasih sayang. Dan kasih sayang disini, bukan dalam artian yang sempit, sebagaimana yang banyak dipahami muda-mudi, yang hanya sebatas dorongan hasrat “sesuatu” diantara perut dan lutut, na’udzubillah. Tetapi kasih sayang yang sesungguhnya, seperti keikhlasan seorang hamba kepada Sang Khaliqnya, kasih sayang kepada pasangan yang halal, kasih sayang kepada orang tua, saudara, teman, dan segala apa yang ada dimuka bumi ini. Kasih sayang sejati yang dilandasi oleh semangat ketaqwaan.

Ada banyak versi yang melatarbelakangi munculnya hari valentine ini, silahkan dicari, dibaca, dan dipahami. “Kasih sayang” yang hendak disampaikan didalam cerita-cerita itu sendiri, tidak mencerminkan bentuk kasih sayang yang islami, sehingga lengkap sudah, baik cerita yang melatarbelakangi dan pesan yang hendak disampaikan, tidak ada yang islami. Lantas, apa urgensi kita sebagai muda-mudi muslim turut merayakan dan meramaikan hari valentine tersebut? tidak ada. Bahkan kecenderungan untuk terjerumus kepada hal-hal yang bertentangan dengan agama kita semakin besar. Mulai dari meniru-niru kebiasaan orang-orang nasrani itu, pemborosan, bahkan sampai kepada perkara yang bisa mendekatkan diri kita dan orang lain kepada hal-hal yang berbau zina.

Rasulullah SAW bersabda “Nabi SAW datang ke Madinah sedangkan warga Madinah memiliki dua macam hari yang mereka gunakan untuk bersenang-senang. Lalu Nabi SAW bertanya: “Dua hari apa itu?” Mereka menjawab: “Kami dulu waktu jahiliyah, bersenang-senang padanya. Maka Nabi SAW menjawab: “Sungguh Allah telah menggantikannya untuk kalian dua buah hari Raya yang jauh lebih baik, yaitu hari Raya Idul Adha dan Idul Fitri” (HR. Ahmad, Abu Daud dan Nasa’i dengan sanad shahih). Dari hadits ini setidaknya ada 2 pelajaran yang bisa kita ambil, pertama, membedakan diri dengan kebiasaan-kebiasaan orang-orang jahiliyah termasuk didalamnya kebiasaan yahudi dan nasrani, tidak diragukan lagi adalah perintah agama. Dan kedua, sesungguhnya Rasulullah SAW sangat memahami karakter umatnya, sehingga ketika beliau SAW melarang umatnya, maka beliau akan memberikan ganti, yang kebaikan dari ganti itu dijamin langsung oleh Allah SWT.

Dalam kesempatan lain, Rasulullah SAW bersabda, yang artinya : “Kalian benar-benar akan mengikuti tata cara umat-umat sebelum kalian, selangkah demi selangkah hingga mereka memasuki lubang biawak kalian pasti mengikutinya. “Para sahabat bertanya : Apakah yang engkau maksudkan Yahudi dan Nashara ?” Beliau menjawab : Kalau bukan (mereka) siapa lagi?” (Muttafaqun ‘alaihi)

Allah SWT berfirman : “Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta (terhadap Allah)” (Surah Al-An’am : 116)

Sudahkah kita begitu bersemangat ketika bulan ramadhan tiba sesemangat kita menyambut hari valentine? Dengan banyak bermuhasabah, mensucikan diri, memperbaiki kualitas pemahaman keislaman dan ibadah kita, serta mempertahankannya di 11 bulan ke depan? Jika jawabannya “Hmm..iya..sepertinya saya memang lebih bersemangat menyambut hari valentine, dibandingkan hari-hari dibulan ramadhan”, mungkin tanpa kita sadari, dengan gencarnya “provokasi” media dan lingkungan menyambut hari valentine itu, pemikiran kita sesungguhnya telah terjajah. Bebaskanlah diri kita dari segala bentuk penjajahan itu, kuatkan azzam, tunjukkan bahwa seorang muslim itu memang beda, dan mampu membedakan(sifat furqan) yang benar untuk diikuti, serta yang salah untuk ditinggalkan. Semoga Allah SWT menunjukkan kepada kita yang benar itu benar, dan yang salah itu salah. Wallahu’alam.

wassalamu’alaykum warahmatullahi wabarakatuh
Perdana

( Seorang ibu duduk di sudut ruangan, menjahit sarung. Sementara dari arah penonton Aminah datang dengan ragu dan takut pada ibunya. )
Ibu : Aminah!!!
Aminah : IbuUuUuUuuuU……
Ibu : (melihat kedatangan Aminah , ibu terharu , menangis tak kuat menahan bahagia) Aminah anakku…….
Aminah : maafkan aku ibuuuu,,,aku sudah membuat ibu kecewa..
Ibu : Sudahlah anakku, semua terjadi begitu cepat. …Yang penting sekarang kamu sudah kembali… Mari kita buka lembaran yang baru…
Aminah : Hatiku beku, mati rasa, aku telah di butakan oleh dunia metropolitan…andai saja aku mendengar kata kata ayah dan ibu, pasti aku tidak begini… bu, ayah mana bu ?
Ibu : ayah sedang pergi ke sawah nak….seperti biasa jm jam segini ayahmu mulai sibuk dengan sawahnya….
Aminah : aku kangen sama ayah bu…..aku ingin minta maaf sama ayah….terlalu besar dosa dosa yang telah ku perbuat pada beliau..
Ibu : Sebentar lagi pasti ayahmu pulang, kamu pasti capek… sini barang-barangmu, kamu istirahat dulu di kamar.( sambil membawa tas milik aminah ke kamar )
Aminah : iya bu….terimakasih
( kemudian ibu dan aminah pun menuju kamar aminah )

( Di persawahan, bapak dosol sedang asyik membersihkan rumpuit rumput yang tumbuh di lahan pertaniaannya ).
Bapak : Ndek jaman berjuang….njur kelingan anaki lanang….biyen tak openi neng sak iki ono ngendiiiii… ( sambil mencabuti rumput )
Eeeee alahhh …urip kok kyok ngene…gustiiii parengono tipi..!!!
Weeeealah naseb naseb…
( kemudian datanglah pak sarno )
Sarno : opo to kang we kie…..tak rungok rungokne ket mau og isine sammmmmmmbat ae…jane enek opo tow ? rene ,leren leren neng gubuk kene disik kang…!
Bapak : Piye kang no aku iki…kon gag samba tie yo pie neh. Nduwe anak yow podo gag nggenah kabeh., di kandani isone malah mangsuli…seng wedok di sekolahne duwur, karepku kie tgag kon kuliah nyang STKIP NGawi..malah milih budal neng metropolitan jare golek dwit gede ( padahal diwt wie opo enek seng gede tow ??? )..
Seng adike jek cilik wes ngewar ngeweri anake wong …
Sarno : Wes kang, tanah yow is dadi piliane anakmu…dadi wong tuo kie sak dremo mernahne, piye amrehe anak kie iso dadi wong tenan. Tapi yow piye neh kang,wong yow karepe anak anakmu ngono …
Bapak ; lha yo kang,jane anakku kie gag yo runtung runtunge karo anakmu to? Sak ngertiku ankmu yo beres beres ae, penak aturane…..bedo karo anak anakku.
Sarno : wes kang wes gag sah di bahas, grai beban ae….urip kie koyog aku kie low kang…jarene wong pinter pinter kae “ Apapun yang terjadi Baik suka maupun duka aku harus tetap tersenyum “
Bapak : weeeealah kang kang ,gayamu ae koyog wong pinter hmmmm , koyog opo ae we wie
Sarno ; yo jelas now kang….aku og….iyow kang mendunge wes katon peteng. Ayog awake dewe muleh wae, gaeane neng sawah di terusne sesok ae. Nek nuruti gawean gag enek enteke kang…..salog udan ngko….
(kemudian bapak dan pak sarno pulang ke rumahnya )

( di rumah pak sarno, bu sarni sedang memasak di dapur )
Bu sarni : hmmmm…siap siap siap….masakan kesukaan bapak sampun siap kabehhh….wis bakalan seneng kie ngko bapak, tag masakne sayur bening kesenengane bapak…
( tiba tiba kartini datang )
Kartini : bukkk…. Ibukkk…( manggil ibunya dengan nada mesra )…sajake kok sampun mateng niki…..masak punopo tow buk ??
Bu sarni : dalemm…iki lo ndok ibu lagi masak sayur kesenengane bapak…sayur bening..
Kartini : walah ibukkk…..saget mawon…lha sak meniko bapak pundi buk ??
Bu sarni : law yow nduk yah meme kok dengaren bapakmu durung kondor ko sawah, geg yow mendung`e wis peteng pisan. Biasane yow yah mne kie wis kondor…opio jajal parani ae nduk salok kudanan ngko…
Kartini : injeh buk, sak meniko kulo tag muruki bapak…
Bu sarni : iyow nduk,ndang di susul bapak….gen ndang kondor…
( kemudian kartini pergi menyusul bapaKnya )
Bu sarni : kabeh wis siap…mesti bapak seneng kie ngko…
(kemudian pak sarno datang )
Pak sarno : AsSalAmualiakum….
Bu sanri : WaAlaikum salam ….( sambil menjabat tangan suaminya daN cium tangan )
Pak sarno : hmmmm…..sajake kok rasa rasane seger men ambune kie…jane masak opo to buk ??
Bu sarni : injeh bapak , sak meniko ibu masak sayur remenanipun bapak….sayur bening…
Pak sarno : hmmmm….. tanah ibu kie pengertian tenan karo aku, grai kelingan jaman biyen iseh nom wae hahahah…
Bu sarni : ah bapak niki saget mawon…lho bapak ndek mau gag ketemu kartini tow pak ?
Pak sarno : lhooow lha emang kartini budal naNG ndi buk ???
Bu sarni : wealaaah bapak kuwi…..mau kartii tag kon marani bapak …mboten ketemu teng dalan to pak ??
Pak sarno : ooOoOowalah…..tag kiro budal nang endi bukk….hmmmm ora ie buk…bapak mau gag ketemu kartini…
Bu sarni : lahadalaw kok isow gag ketemu kie….bapak mau lewt pundi ??
Pak sarno : aku mw mulih ko sawah kie lewat ngarep umahe pak dosol bu, barebg pak sartono. lha wong pak surat kie samba tae ngrasakne anake kae…
Bu sarni : sambat pripun to buk ??
Pak sarno : jarene buk,anake lanang kie jek cilik wes ngewar ngewer anake wong, seng sijine anake wedok seng koncone kartini, di kuliahne neng STikiP mgawi ora gelem. Malah jarene milih budal neng kota metropolitan,golek duwit..
Bu sarni : weeeealah yow malah sae to pak …..sampun saget mandiri…
Pak sarno : apik pye tow buk ??? yow ura yowww…kuliah wie hubungane karo pendidikan buk..pendidikan kie penting buk,gae masa depaN,koyog jarene bu wahyu kae low buk… “ tututlah ilmu setinggi langit “…..Nek kuliah, wes pinter, golek gawean kie gAMpang buk…
Bu sarni : iyow pak bener niku,,,,nek anak anak bangsa kie koyog kartini anake dewe, manut,santun,pintrer,gag ate neko-neko.. koyog seng di omongne wong nduwur biyen pak “ mencerdaskan kehidupan bangsa “ wong kartini kie kan yow termasuk anank-anak bangsa.
Pak sarno : Hust gag apek bukk….kuwi jenenge sombong…
Bu sarni : injeh pak,,,,,,sepuntene njeh…
Pak sarno : iyow buk gag popo, aku Cuma gag penak nek krungu tonggo…….wis buk,,ket mau kie jane bapak wes gatel kabeh. Bapak arep iyam disik…
Bu sarni : yow wis….., bapak ndang iyam disik. Ibuk yow arep mbaayar arisan disik.
( kemudian pak sarno pergi mandi dan bu sarno mengkutinya )

( dirumah pak dosol )
Ibu : ( sedang beres-beres rumah )
Bapak : AsAlamuaikum…..
Ibu : waalaikumsalam…. …
Bapak : buk aku pundutne kendi…ngelak kie buk..
Ibu : injeh pak…. ( sambil pergi mengambilkan kendi )……Kadingaren kok bapak sampun rawuh
Bapak : iyow buk, wong mendunge wae katon wis peteng…weee ibuk kie lagi ngopo wie kok sajake serius …
Ibu : iki low pak, ibu lagi njahit sarunge`e bapak seng suwek. Wong jarene kie mengke dalu bade tindak kondangan..
Bapak : oOoOoOW…lha yah mene kie wayahe wong tepar buk, kok malah jahit sarung..mau-mau kie nang ndi ae ta buk ??
Ibu : jane kie mau wis tag jahit pak, durung ngasi rampung kie anakmu teko.
Bapak : oOoOwalah buk buk..anak teko kok ngowarne gawean ??? opo ganti ganti maneh yow seng di kewar kewer ?
Ibu : kewar kewer piye taw bapak iku ??...
Bapak : lha piye neh jenenge ngono kuwi buk ? nek gag kewer kewer ? wong ndino ndino kok isine mung ganti ganti wong seng di jak muleh,…grasakne sampek judek aku karo anakmu lanang…
Ibu :weeealah bapak iki gag mudeng taw….seng kulo maksud niku putrine bapak,uduk putrane bapak…
Bapak : lhooooO we kie nek omong seng tenanan buk, bapak kie lagi kesel . kok malah di jak guyon…
Ibu : sak estu pak,kulo mboten guyon…
Bapak : y owes nek tanah anaku wedok muleh tenan, kene timbalono….!!!
(kemudian ibu memanggil Aminah )
Ibu : ndok…… ndokkkk aminah…..
Aminah : dalem ibu ( sahut aminah )
ibu : ndang mrene ndok. Kie lo di timbale bapak.
Aminah : injeh buk..( kemudian aminah masuk )
Bapak : lhow ndokkkk…aminah….
Aminah : bapak …(sambil memeluk bapak ) bapak…..bapak….sepuntene bapakkkk…..
Bapak : wes ndok, duren duren roti roti, biyen biyen sak iki sak iki.wes gag dadi opo opo,bapak barang kie yow salah..
Aminah : mboten pak, mboten sak meniko kuloi seng salah, seng mboten manud kalian nasehatipun bapak…
Bapak : wes lah ndok, gag usah dipikir maneh….lha sak iki seng penting awakmu wis bali…bapak wis seneng…..gag yo ngono to buk??
Ibu : iyow nduk,,kowe muleh wae kie bapak,ibu wis seneng….
Aminah : injeh bapak,ibu…….
Bapak : wis nduk sak iki kie podo di toto maneh bareng bareng…sak iki karepmu kie piye ?
amiNah : sak meniko kulo manut kalian bapak mawon,sae ne pripun..
Bapak : wes ngene ae ….iso gag iso kie awakmu kudu kuliah wae,meneruskan pendidikanmu ndok..ben penak mbesuke….
Aminah : injeh pak…kulo manut mawon..
Bapak : Wes ngene ae..kowe ndangv budal gone pak sarno,,kono ndang takok persyaratane mlebu kuliah neng STIKIP kie opo wae ..!
aMinah ; injeh pak…, njeh mpun kulo budal rumiyen pak,,,ibu…
bapak + ibu : iyow nduk,,,ati ati,,,
(aminah berpamitan sama bpk dan ibu, kemudian aminah pergi )
Bapak : wesssss ayem tenan aku buk….
Ibu : ayem piye taw pak ??
Bapak : lha nek gag ayem kie yo pie to buk…wong anak mwedok seng gaene di kandani, di pernahne angel, sak iki wes penak tatanane….wesw gelem di kon sekolah maneh…wes gag ngerasa bersalah aku buk...... Eeeeee tanah yoe bener omongane Romo biyen…goblok gblok ie cukup bapak wae,jo nganti seng jenenge anak kie melu melui mendo..
Ibuk : iyo pak,,,sak iki ibu yow wis ayem, iso turu angkler . gag tong tongen anakmu wedok maneh..
Bapak : wes buk,sak iki wes beres masalah anak wedok…ayog kita mengenang masa masa muda maneh…iyam barfeng ben ketok mesra…
Ibu ; ah bapak iku iso iso wae, grai ibu isin….
( kemudian dengan genit bapak dan ibu pun pergi)

SaTu KaLi SaJa

Setelah perpisahan ku masih tag mengerti...
Mengapa ini ku mencari bayangmu…
Inginnya ku kembali,
Inginnya ku ulangi

Semua cerita indah kita dulu
Mungkinkah masih akan ada,
Cerita cinta kita dan kaupun mengerti maknanya
Ataukah tiada ku bisa
menepis bayang bayangmu
ketika kau pergi jauh…..

Bertabur sepi..,
Sepi ketika kaupun pergi tinggalkan aku sendiri…
Mengingatmu dalam malam malam sunyi….

Sabtu, 09 April 2011

Heart Sick

Kejujuran yg membuat aku bgini
Sesal dngan apa iang aku lakukan
Sakid yg kurasa
Perih yg kurasa

Setitik yg di rasakan
Tlah mengingatkanNa
Aku salud dngan KejujuranNA
Aku bngga dngan sikapNA
Tapi aku tak sanggup tuk mendngarnya

Suatu kejujuran yg membuat aq sakid
buat q perih
buat q menangiz

Argh....!
Itu smua salahku
Itu smua d0saku


Pecahkan saja b0t0lnya biar hilang !
Lenyap !
Hapus !
Hapus sudah cerita masa lalu
Biar tak bwtq menangis