Selasa, 28 Desember 2010

 Semakin


kamu yang kini memikat hatiku
sungguh ku ingin lebih dekat denganmu
beri aku waktu tuk buktikan kepadamu
sungguh ku ingin memiliki hatimu
semakin ku memikirkanmu
semakin ku menggilaimu
kau bintang di hatiku
terangi setiap langkahku
beri aku waktu tuk buktikan kepadamu
sungguh ku ingin memiliki hatimu
repeat reff [4x]

Koleksi Download mp3 D'Massiv yang lain. Semua Album D'Massiv

gudanglagu.com Free Download Lagu Dmasiv Semakin MP3 Lirik 4shared Gratis Chord Video Album

Selasa, 14 Desember 2010

SEMINAR INTERNASIONAL KESASTRAAN DAN PENGAJARANNYA STKIP PGRI NGAWI - TAHUN 2011 Sastra Sebagai Pembentuk Karakter Bangsa serta Posisinya dalam Lokalitas dan Globalitas

SEMINAR INTERNASIONAL KESASTRAAN DAN PENGAJARANNYA
STKIP PGRI NGAWI - TAHUN 2011
Sastra Sebagai Pembentuk  Karakter Bangsa serta Posisinya dalam Lokalitas dan Globalitas





Latar Belakang
Kehadiran karya sastra merupakan simbolisasi dari pemikiran spekulatif pengalaman manusia atas dirinya, bangsa dan dunianya. Dengan karya sastra lewat media berupa bahasa sastrawan berusaha merefleksikan, berpikir dan berabstraksi terhadap realitas manusia-bangsa dengan segenap permasalahannya. Proses refleksi diri ini bisa menghasilkan sebuah kerangka pemikiran filosofis untuk mengungkapkan fakta atau realitas hidup secara lebih komprehensif dan utuh. Pada saat inilah sastra berbicara tentang upaya pencarian diri dan penyosokan identitas manusia dan identitas bangsa sekaligus pula berperanan sebagai sebuah wahana intropeksi dan motivasi diri. Dalam kerangka refleksi diri ini seringkali sastrawan melakukan otokritik terhadap identis dirinya, identitas bangsa dan identititas budaya.
Berkaitan dengan kehidupan berbangsa, sudah sejak lama sastra kita langsung maupun tidak langsung turut ambil bagian dengan proses tumbuhnya bangsa.  Lahirnya sastra Indonesia modern bermula dari sebuah produk lingkungan masyarakat yang terpojok sebagai anak jajahan yang berusaha menemukan suatu cara ekspresi untuk mengatasi trauma sebagai korban kolonial. Dapat diibaratkan bahwa kebudayaan nusantara akibat kedatangan imperalisme Barat menjadi retak dan koyak-moyak, dalam koyak moyak itulah muncul bahasa dan kesusastraan Indonesia. Bahasa dan kesusastraan Indonesia menemukan momuntem awalnya di tahun 1920-an dalam masa awal semangat nasionalisme dimana sebuah elite baru muncul. Golongan elite baru ini berasal dari kalangan terpelajar yang kemudian memunculkan semangat pembentukan satu bangsa dan satu tanah air yang melalui media kesusastraan bergerak bersama membidani mitos baru tentang pengontruksian kebersamaan yang oleh Benedict Anderson disebut sebagai “imagined community”. Dalam benak kaum muda waktu itu, Indonesia diimajinasikan sebagai sebuah entitas baru yang demokratis tanpa kawin paksa, sebuah negeri yang segar, belia, bisa mencinta dan merdeka dengan penuh semangat. Dalam

 perspektif ini bisa dipahami mengapa para pemuda dalam berbagai tradisi saat Kongres Pemuda dengan lapang dada menerima bahasa Melayu Riau sebagai dasar bahasa Indonesia. Bahasa Melayu (Indonesia) diandaikan sebagai bahasa yang egalitarian tempat seorang muda dapat berbicara dengan orang tua dalam posisi yang sama.Kini, delapan puluh tahun lebih setelah Sumpah Pemuda dan Polemik Kebudayaan,masihkah sastra menjadi “jurus ampuh” untuk menggagas atau membentuk sosok manusia-bangsa Indonesia kini?
Di sisi lain kondisi kehidupan social budaya  masyarakat kita kini terlebih lagi kelak tidaklah sama persis dengan masa lalu. Tingkat komunalitas masyarakat  yang cenderung menurun, kepedulian yang perlahan makin menipis, kebersamaan dan keguyuban yang tidak lagi menjadi “seindah dulu”, tingkat persaingan individu yang makin tinggi, kenderungan turunnya spiritualitas dan moral akibat “iming-iming” kebutuhan praktis yang cenderung material, tentu turut membawa perubahan besar pada wajah social budaya manusia bangsa.
Dalam situasi itu pula sastra Indonesia sekarang dan kelak seperti halnya manusia-bangsa Indonesia, kini dan ke depan tak mungkin menghindar dari pergaulan bahkan kemutlakan sastra dunia. Sastra Indonesia kini dan akan datang telah menjadi bagian dari sastra dunia. Dari pergaulan satra dunia tentulah akan banyak hal yang dapat dijelajahi, dipahami sekaligus dipelajari bahkan apabila mungkin disandingkan dengan kekayaan sastra local yang telah kita miliki.
Berkenaan dengan dengan fenomena di atas, tidak berlebihan bila Balai Bahasa Surabaya bekerja sama dengan STKIP PGRI Ngawi akan menyelenggarakan Seminar Pengajaran Bahasa dan Sastra Indonesia 2011 dengan temaSASTRA SEBAGAI PEMBENTUK  KARAKTER BANGSA SERTA POSISINYA DALAM LOKALITAS DAN GLOBALITAS”.
 Tujuan seminar Internasional Kesastraan dan Pengajarannya ini adalah:
· Memberikan pemahaman dan pengertian yang mendasar tentang peranan sastra Indonesia  dalam pembentukan karakter bangsa.
· Meningkatkan kualitas pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia dalam dunia pendidikan;
· Menumbuhkembangkan sikap positif  masyarakat terhadap bahasa dan sastra Indonesia
· Memberikan pemahaman akan kedudukan Satra Indonesia di tengah Satra dunia
· Menjalin komunikasi dan siluturahmi budaya dengan bangsa lain melalui sastra.
 Materi Seminar/Pembicara
1.           Pramoedya dan Manusia dalam Sastra Indonesia: (Prof. Koh Young Hun, Hankuk University)
2.           Sastra Italia dan Pengajarannya di Sekolah (Emilia Maglione, Italia, Staf Ahli Kedubes Italia dan Dosen Tamu FIB UI)
3.           Perkembangan sastra Melayu Mutahir (Datok Kemala, Universitas Selangor Malaysia)
4.           Sastra Portugal dan Sastra Indonesia: Wahana Silaturahmi Bangsa dan Budaya  (Dani Susanto, UI)
5.           Pengaruh Satra Indonesia dalam Perkembangan Sastra Brunai (Brunai: Univ Brunai)
6.           Perkembangan Sastra Korea dan Sastra Indonesia dalam Konstelasi Sastra Asia (Hankuk University)
7.           Pengajaran Sastra sebagai Pintu Pembentukan Karakter (Prof Suminto A Sayuti, UNY)*
8.           Sastra Indonesia, Globalisasi dan Local Wisdom (Prof. Dr.Setya Yuwono Sudikan, UNesa)*
9.           Sastra dan Ideologi Kebangsaan (Dr.Aribowo, UNAIR)
10.        Pengajaran Sastra dan Karakter Bangsa (Prof. Dr. Djoko Saryono, Universitas Malang)
11.        Bhineka Tunggal Ika dalam Sastra Indonesia (Prof. Dr.Ayu Sutarto, Universitas Negeri Jember)
12.        Cerita Rakyat Korea dan Cerita Rakyat Indonesia Sebagai Pembentukan Karakter (Maman S. Mahayana, UI)
13.        Sastra, Sejarah dan Dialektika Budaya (Tjahjono Widijanto, M.Pd, STKIP PGRI Ngawi)
14.        Sastra Indonesia,dan Nasionalisel (Tjahjono Widarmanto, M.Pd)
15.        Estetika Daerah dan Sumbangannya Terhadap Seni Moden (Dedi Kempot, Pengarang lagu
16.        Estetetika Daerah dan Sumbangannya Terhadap Puisi Indonesia Mutahir(Tiyanto Tiwikromo, Redaktur)
17.        Estetika Daerah dan Sumbangannya terhadap Cerpen Indonesia Mutahir (Beni Setia, Sastrawan)  

*)tentatif

Peserta
Peserta terdiri dari para akademisi, dosen sastra, guru sastra, budayawan, dan mahasiswa.
PENDAFTARAN

Dibuka mulai tanggal 14 Desember 2010 s/d 6 Januari 2011 di Sekretariat Panitia Seminar Internasional Kesasatraan di STKIP PGRI Ngawi atau dengan menghubungi contact person:
1.    Tjahjono Widijanto, Ponsel: 0815 5615 593
2.    Tjahjono Widarmanto, Ponsel: 0856 4365 3271
3.    Sartono, Ponsel: 0813 3563 6396
4.    Setiyono, Ponsel: 0852 2902 2111
5.    Dwi Ana P, Ponsel: 0812 5922 8235
6.    Samsul Hadi, Ponsel: 0813 5970 0585
7.    Mulyono, Ponsel: 0812 5212 3700

atau email: info@stkipngawi.ac.id

Persyaratan dan Kontribusi Peserta
Setiap peserta dikenai  biaya pendaftaran seminar Rp. 250.000,- bisa ditransfer pada rekening di bawah ini:
1.    Bank BRI Cab. Ngawi no. Rek: 0057-01-030597-50-5 a.n Tjahjono Widijanto
2.    Bank BCA Cab. Ngawi no. Rek.1770804341 a.n Tjahjono Widarmanto
3.    Bank Jatim Cab, Ngawi no. Rek. 01022763399 a.n Sartono

atau langsung ke Sekretariat Panitia di Kampus STKIP PGRI Ngawi, Jl. Raya Klitik Km. 5 Ngawi.

·     Setiap peserta akan mendapatkan sertifikat Seminar Internasional, makalah, makan siang, makan malam dan kudapan. Panita tidak menyediakan penginapan bagi peserta, namun apabila diperlukan dapat memberikan info berkaitan dengan hotel/penginanapan di Ngawi
·     Peserta diwajibkan melakukan registrasi (pendafaftaran ulang) 15 menit sebelum acara seminar dimulai dengan menyerahkan bukti transfer atau kwitansi dari panitya.
·     Peserta wajib mengisi daftar hadir
·     Peserta dibatasi maksimal 400 peserta, apabila kuota sudah terpenuhi pendaftran akan ditutup.
 Formulir Pendaftaran
Peserta



Nama               :…………………………………

NIP                  :…………………………………

Lembaga           :…………………………………

Alamat              :…………………………………

No. Telepon      :…………………………………

email                :…………………………………


mendaftarkan identitas diri untuk menjadi peserta Seminar Kesastraan Internasional STKIP PGRI Ngawi.

Ngawi,                   2011

Pendaftar,




..............................

Rabu, 01 Desember 2010

BeRcAk
( BY : M K )

JAENAB : “Kalau bulan bisa ngomong……Pasti dia tak akan bohong”
Aduh…..duh bintangnya gak bisa ngomong…Coba kalau bisa ngomong ,mesti tak tekok …i. jodo kuuuu mosok mbah-mbah ompong…(menurunkan jamunya )
Pangat ; memandangi jaenab dari jauh ….kemudian mendekat mendekat sampai nempel ke jaenab). Jamu mbak yuuu….Harganya berapa ?
JAENAB : 5 ratus buat satu cangkirnya…5 juta buat ngobrolnya massss…
PANGAT : weeeeeelhadala (menjauh)…lha kok larang men tow ????Mandak rondo ae eg !!!!
JAENAB : lha wes roh ngono njarak….ndek mben  ra tau tuku jamuku(mencubit) Sak iki moso rondo podo njaraki,Kabeh kabeh nggodani podo arep tuku jamu kabeh, HUH….!!!!, Aku yow jual mahal tow  mas !!!!!
PANGAT : Duren duren, Roti roti….Biyen Biyen yuuu,sak iki sak iki…
JAENAB : Neng jero ono kembang melati…Halah halah broooo,sekali lagi sori….
Omong ae,Sido tumbas jamu pow gag kieh ????
PANGAT : Iyow iyow ….pesen 2 cangkir ae yu…sijine kanggo mbah neng omah rodok nggreges ,,,,Beras kencur ae yu….
JAENAB : Nggreges mikir anak anake yo ?
PANGAT: Halahhhh…. Nyapo emange ?
JAENAB : Aku ngesakne mas nek ngerti tinah kae…
( tiba tiba mereka di kagetkan dengan abinawa yang dating dengan tongkat dan Koran )
ABINAWA : HOH HALAAAAAAh, enek rondo anyar to ngke neng kene ???? Pantesan we gag bali bali….., Wes dipesenke durung mbak yu ?
JAENAB : Waduh bapaaakk.. sampun telas jampinipun. Niku nopo to pak berita terhangate ???
ABINAWA : Halah, gag sehangat tatapan matamu og yuuuu beritane.
PANGAT : Halah halaaaaaah     .    Boyone metu………!!!!!!
(Jaenab tersipu kemudian sambil meremas remas kain)
ABINAWA : Sontoloyo…
(Abinawa memukul pangat dengan tongkat,kemudian membungkuk bungkuk mengejar pangat yg sembunyi di belakang Jaenab)
(kemudian Jaenab mencium bau yang tidak sedap dari rambutnya pangat,ia pun bersin dengan membalikan badan,  (HATZ….CING…!!!!!) tepat di mukanya abinawa)
ABINAWA : Wadoh..! glepot raiku.!! Biyuh biyuh
JAENAB : waduwh pak ,sepuntene njeh , Kulo mboten ngertos.
(sambil membersihkan wajah pak Abinawa dengan saputangan)
PANGAT : OWalah …..kasus elek kok di enggo rebutan pak…pak……..CEnturY ngono lhow…
ABIDIN : wi rak kasuse para pejabat.seng rakyat cilik ae yow jig okeh kok…!!!!!!!! Cobo  anggota pansus kae di cedakne Jaenab iki.! Lagi rondo sedino ae paling yo di gae rebutan……
PANGAT : Lhadala sing garai wong rusak wie yow kuwi salah sijine pak. WANITA !!!
JAENAB :  Halah kowe kie yow ngono,…paling paling yow podo nggragase karo anggota pansus ae eg. Huh (sewot).
(Handoyo datang dengan tas besar dan memakai jas almamater).
HANDOYO : Neng omah kok rasane koyo neng neroko  to pak pak,Dosamu biyen opo to pak ? Karma kok ket biyen gag tutuk tutuk..!
ABIDIN : hus..!! nyapo to le !!!!! We kie lo gowo tas gedi arep nang ndi ?
HANDOYO : Oran gurus !..Arep urip dewe aku. Urusen anakmu seng tuek karo bojone kae lo seng podo gegeran bab warisan.wis arep budal aku… ra patheken bab warisan aku !!!!!!!!
ABINAWA+PANGAT : (mengikuti handoyo) LEEE LEEEE sabar leee…..
JAENAB : Owalah alah ..,wong sugeh …Susah.,bondo akeh kok paduuuuu ae,gag enek seng mbeneh blas.ah mboh mboh  Enak dadi wong miskin , ra mikir itungan bondo..urep ayem,wayae  mati yo mati beres.
(ABINAWA kembali dengan wajah murung,dengan penuh tatapan kosong)
JAENAB : PAK ……..PAK…….( sambil menggoyangkan badan pak abinawa,Kemudian pak abinawa melihat sekilas kemudian balik lagi ke tatapan yang kosong)
  (NOVELA datang memakai jas almamater dan tas,ia Nampak kecapekan.kemudian sesekali dia mengusap keringat dengan sapu tangan nya).
ABINAWA : (melihat sapu tangan vela,lalu dia mendekat,melototi saputangan yang di genggam vela) Ndok,,,, iki sapu tanganku ndok… kekne aku.!!!!( oyok oyokan )
VELA : PAK ,!! Nopo maksud panjenengan ? niki saputangan kulo.
ABINAWA : (berhasil meraih saputangan) 20 taun kepungkur ndok  iki biyen sak elingku saputangane mendiang istriku.   MEGAWATI. IKI,,,,, iki sisa sisa cintane seng enek….liane Cuma janji janji.
VELA : Pak….pak….. niku saputanganku
ABINAWA : Ndok… leh mu oleh nyang ndi ?
VELA : RA penting!!!!
( Vela kesal kemudian menacuhkan abinawa dan menujuj Jaenab)
VELA : Buk buk bade tangklet,teng skitar mriki wonten kos kosan buk?
JAENAb : KOS ??? ooooo Enek dek…kuliah neng stikip to dek?Walah walah ayune….gadis kampus ow?asli pundi to dek ?
VELA : he he he injeh buk ,Dalem saking ngrambe,celak saking gunung warak puniko.
JAENAB : OWalah kono tow…. Kuliah seng tenanan dek ….ojo mung koyo aku,kuliah mung golek bojo,,,yon gene kie dadine..mugo mogo ae kowe iso dadi guru,ojo koyo aku Mung iso dodol jamu,gag iso dadi guru.
VELA : AMIN BUk
JAENAB : loh,,,, pacare amin to we ?
VELA : mboten buk mboten…amin kangge ben dadi guru,mboten pacare amin,kulo teng mriki bade kuliah,mboten pados bojo.
JAENAB : YOW pinter dek,,, jo pacaran karo amin,nyakotan. Ayo sak iki tak terne gone pak tomo golek kos kosan,neng daleme pak tomo koyoke ono.
VELA : injih ,monggo buk.
(vela pergi berpapasan dengan pangat)
PANGAT  ; (Mendekati abinawa) Wah ndoro oleh 2 kie…..
ABINAWA : Iki nggonanku ngat,!!!WE roh gag,nyapo tekan cewek mau ?
PANGAT : Pun pak sampun.! Niku di simpen riyen,niko teng griyo mpun gegeran…!
ABINAWA : Halah halah mesti cahyo karo iwan maneh.!!!!!!! Hadoh dohhhhh anak kabeh ra enek seng mbeneh. Njaluk di apakneeee !!!( emosi mendengar cahyo dan iwan geger).Wong kok isine gegeran terus..tAk pAteNanE kAbeh !!!(pergi turun sambil emosi)
PANGAT : Pak sabar pak sabar
(turun mengejar pak abinawa )
(DIRUMAH PAK  RT TOMO)
JAENAB : Tok Tok Tok,,, kUlO nuwun,,, pak rt !
TOMO : Hmmmm… Mbok rondo… ono opo yu?Lho ki… cah ayu ,anake sopo mbok gowo rene yu?
VELA : Kulo novella pak,lare kuliah teng stkip’’menawi takseh wonten kamar kulo bade ngekos teng mriki.
TOMO : Hmmmm. Ngkos yo nduk…enek,tapi we ngko karo cah lanang gag popo to?
VELA : injeh pak, mboten nopo nopo,asal kamare di pun pisah.
JAENAB : Waduh pak,pesenane sampeyan kok mboten wonten, ramuan pasak bumi niko luw…..waduh duh nang ndi yew(bingung mencari di dalam)   njeh sampun pak,kulo tak pamit rumiyen njeh bade kulo padosi teng griyo. Monggo dek ayu.
(jaenab pulang,tinggal vela dan pak tomo)
VELA : PAK….Engkang gadah pembantu ciliki,ceking,ireng,elek,midar mider mbeto sarung puiniko sinten pak ?......griyane kajeh gang saking mriki….
TOMO : Ono opo we kok takokwong koyok bedes koyo deke ?...dadi korbane tow???
VELA : ketingake pak,tapi kulo dereng gadah informasi….
TOMO : wes nduk dirembok sesok ae,sak iki ndang istirahat disik kono…..kamarmu seng pojok ,
VELA : njeh pak,,,,tapi kulo panjenengan terke riyen to..
TOMO : halah halah manjane…..wis anggep omahmu dewe ndok…ayo ndang gagi.
(mereka turun).
(_____________)
RINI : wong tuwek ra njowo nyenengne anak…!!
CAHYO : ono opo tow yank we kie ? tuek tuek ngene kie yo bapakmu.! Ojo keburu napsu ngono wi.
RINI : MAS mas ….aku kie bojomu yow,anak kie  ra ketang mantu..!!!warisane kae lo kon ndang mbagi,gag betah aku urip koyo ngene.!!!! Omah megrong megrong koyo ngene isine wong wong gag genah karo wong tuek… elek pisan..
CAHYO : tuek,elek..??? sopo wie yank ?
RINI : yo bapakmu kuwi,karo demit gag genah kuwi.!!!!(secara bersamaan iwan datang)
IWAN : HEEEEEE …… sopo muni demit gag genah ???
CAHYO : Kutok marani sunduk..!!!!! wes bar kie bar….
IWAN : sundok mbahmu mas.???
(cahyo mengangkat iwan,kemudian dijatuhkan lagi..iya mencari air kemudian menyiram ke iwan)
TINI  : stoooop !!!!
Pakeeee pakeeee …!!!!! Kok koyo ngene to pakeeee pakeeee…..
Kowe le ! opo sing mbok jalok ???(nunjuk cahy0)
We anak seng paling tuwek !!gag njowo milih bojo yon gene kie dadine….bondoooo ae utekke..!
CAHYO : aku kambek bojoku….njalok keadilan buk ! seng tuwek kie aku,tapi nyapow kok mesti handoyo,handoyo,handoyo neh !!!!
TINI : sak iki kowe le !!! njalok opo ?( nunjuk iwan)
IWAN : Aku njalok rabi mbokk…. Pengen kowe…!!!
TINI : (menjerit) aaaaaauwww ………………..pakeeee pakeeee gag betah pak aku urip koyo ngene,aku arep minggat…
ABINAWA : mbok mbokeeeee….
(Kemudian pangat datang)
PANGAT : (sambil mendekati pak abin) heh !!!!!! kowe kowe bakale kuwalat . ! iki bapakmu. Titenono! Gag bakal mulyo uripmu !!!!
CAHYO : karepmu opo ngat ?nyedak nyedakne wong ! wong bapak wayahe nyemplung kuburan ae ndadak mbok belani !
RINI : Padune….. njUk jatah tow ngat ???
IWAN : Jotos ye ngat we !
ABINAWA : Heh,!!! Eleng elengen kabeh leee .! gag bakalan tak keki warisan kabeh !
Minggato…… kabeh pisan….
(ABIN, ngat,Tini turun)
CAHYO : wah gag sido oleh warisan yank…. Wis ayo muleh
(cahyo,rini turun)( iwan masih sempoyongan akhrnya turun jg)

DI KAMAR MENGGAMBARKAN 2 ORANG YANG ADA DI KAMAR BERBEDA..
(WIS GAG TAK KETIK ,MANDAK  HANDOYO KARO VELA WIS NJOWO HA HA HA HA)

(ABINAWA datang dengan sempoyongan dengan dada tertusuk)
JAENAB : PAK Abi niki pesen jamu sampeyan…pasak bumi ben tambah mak nyusss(seolah gag tau pak abi terkapar)………LHO…. PAAAAAK PAAAAAK (bingung ,kemudian teriak) aduh Monyett….. mayeeeeettt pak abiiii !!!
ABINAWA : Aku gung mati……Ono penghianat neng njero omahku ……Musuh dalam selimut. Tangan kanan ku nusuk aku…
JAENAB : SINTEN PAK ??? PANGAT ???
ABINAWA : YO ( kemudian jatuh ),wes yu celukne tomo…!
(VELA dan HANDOYO ketemu d kampus)
Handoyo : DEK Vela….oh dek vela..
VELA : ah mash an bisa aja.
HANDOYO : Lha iyo dek …ora nyono ora ngiro lo dek teryata kita berjodoh.!!!
VELA : HEEEEh ya ALLOH ,,, jodo pye to mas ?
HANDOYO : yo iyo nuw dek…kita ternyata dalam satu kos kosan,satu kampus,lha iki ketemu pisan..!
VELA : Halah mas mas ….Wev kie Boyo !!Yang ku tau…..kamu ini sudah milik orang lain kok..!
HANDOYO : HEEEEEEH Nyapo ???? Jika aku mencintaimu,dan kamu mau..Kenapa tidak? Dua tiga cewekq sekaligus aku tinggalkan.
VELA : Betapa kejamnya dirimu mas !
HANDOYO : lhadala…. HANDOYO BIN Abinawa yo  ngene kie.!Keturunane wong ngganteng eg.
VELA : ABINAWA ? sampean anake pAk Abinawa ?
HANDOYO : YOW iyooo….ojo histeris ngono to.
(Reflek  kemudian vela menampar handoyo)
HANDOYO : lhoo….opo maksudmu nampar aku ?
VELA  : AKU nduwe bapak mas…(Mbewet) bareng tak telusuri….ternyata yang membunuh beliau adalah abinawa……orang yang mengambil saputangan hitam dariku.!
(tetrikal pembunuhan )
VELA : Sampeyan putrane pembunuh bapak. !
HANDOYO : opo ?? bapakku pembunuh ?
VELA : Iyo mas! Mendiang ibuku saksine,ibuku ninggali aku sapu tangan ireng seng enek tulisane “ CINTA SAMPAI MATI “ . 2  ndino kepungkur bapakmu ngoyok saputangan iku teko aku.!
HANDOYO : Saputangane ibu ku…….MEGAWATI….
VELA : Aku ra bakal tresno karo kowe mas ! (pergi)
HANDOYO : VELA …..jangan tinggalkan aku.
(Kemudian tomo datang)
TOMO : Han !!! HANDOYO Ayo ndang bali neng omahmu asli  ..penting…
BApakmu mati le !!
(kemudian han+tomo Pergi)
( pak abi  terbujur mati.di situ sudah ada cahyo yang sedang menangisi bpknya ,kemudian datang iwan yg sedang teller.ia tidur di samping bpknya.)
CAHYO : KOwe le…Kowe to seng mateni bapak ?(jotos)
(tomo+han datang)
TOMO : Sabar le sabar !!
CAHYO : Sabar pripun pak ?kuwi  bocah paling kenter ! seng mateni bapak.
( tiba tibab Pangat datang)
PANGAT : Iyo bener yo…iwan  seng mateni bapakmu..aku roh dewe yo..
IWAN : ora,,,,, aku ndik ingi mendem neng warung samping omahe pak tomo.
TOMO : iyo yo ndik ingi iwan mendem neng warung sampingku.
CAHYO : lha terusss sopo seng matei bapak ??akun ndik ingi neng suroboyo ngeterne bojoku…
(tIba tiba jaenab datang)
JAENAB : Ra kuat aku NGat ra kuat..
PANGAT : LAMBEMU nyapo yu ? teko teko ra kuat ra kuat ?
JAENAB : iki ngat amplop isi duwit awehmu !.ijek tak klumpukne, , ora wani nganggo aku.yen ngerti akhire koyok ngene.! Ra tego ngingeti keluargane pak abi. Lan iki sapu tangane bapakmu yo naliko bapakmu arep sedo.Sejatine seng mateni bapakmu kuwi PANGAT .!
(pangat yang ketakutan kemudian dia lari)
CAHYO :BAJINGAN we ngat !!!!!! rasah mlayu we… tak pateni…
(KEmudian SemUa ikut Cahyo Yang mengejar pangat)

              ________________THE END_________________
          Senja di batas kota

Sorotan mata yang tajam
Seakan berpamitan dengan dunia
Wajah yang tampak secuil
Pancarkan sinar yang indah
      Cahaya kegelapan mulai mengusik
      Hatipun semakin risau
      Seakan bertanya pada kegelapan
Apa yang kudengar ?
Nyanyian jangkrik bersautan
Bulampun mulai mengintip
Tlah tenangkan hatiku yang resah



              Negriku

Indahnya biru awan pagi
Dengan cerahnya sinar matahari
Datang menghiasi langit
Seakan memeluk bumi
      Hijau daun melambai di tiup angin
      Menari memukau hati
      Menghiasi indahnya hari
      Hilangkan pengap dalam hati
Sayang…..
Warnamu tlah pudar
Hutanku tlah gersang
Tarian daun tak lagi terlihat
Keserakahan manusia hancurkan segalanya
      Kekayaan tak bisa ku miliki
      Negri tetangga yang menguasai
      Mengapa miskin di negri yang kaya ?
Kerinduanku tuk kembalikan
Indahnya negriku tercinta



Kejamnya hidup

Dinginnya malam menggigit tulang
Sendiri…
Menepi di sudut kota
Tak seorangpun memandang
Tak da yang kenal
      Wajah kusut,
      Baju compang-camping
     Tidurpun di emperan toko
      Berselimut malam beralaskan koran
      Sebatang kara di dunia
Mengadahkan tangan ditepi jalan
Demi mencari penyambung hidup
       Saat tak dapat apa-apa
       Rela mengais sampah
       Demi sesuatu pemuas perut
Hidup menderita dan sendiri di dunia
      

sajak buat sahabat

        sajak buat sahabat

kehadiranmu …..
tak mampu lagi kuingkari
kau hadir hiasi hariku
di setiap waktu yang berjalan
      saat ku sedih kau menghiburku
      aku senang kau ikut senang
      kadang hatimu dan hatiku
      bagai bumi dan langit
tapi…
kau teman dalam setiap saat
slalu hadir dalam susah dan senang
bayangmu yang berbeda
seolah menyatu dalam jiwaku
      kaulah sahabat sejatiku